29
Nov
08

Pengalaman Bertaksi di Bandung

Berkendara dengan menggunakan taksi merupakan hal yang agak biasa bagi saya selama di Bandung. Hal ini karena jarak rumah-kampus cukup jauh dan taksi merupakan sarana transportasi alternatif ketika angkot bukan merupakan pilihan feasible. Jadi, jika saya ingin menghemat waktu ke kampus (buru-buru ke kampus) atau pulang terlalu malam (di mana angkot tak ada yang menuju langsung ke tempat tinggal saya), maka saya gunakan taksi.

Sudah beberapa taksi yang sudah saya “coba” naiki, mulai dari merek yang kurang jelas seperti “Metropolitan” dan “Primkopau” sampai taksi yang cukup terkenal di Bandung seperti “Gemah Ripah”, “Putra”, dan “Blue Bird”. Ada beberapa kriteria untuk menentukan derajat kenamaannya, yaitu jumlah unit taksi, cerita-cerita masyarakat sekitar, dan cerita sopir taksi sendiri. Dari pengalaman-pengalaman ini, sudah beberapa taksi yang sudah saya cap sebagai “gagal” karena beberapa hal. Satu buah kegagalan pada satu merk taksi karena saya melakukan generalisasi. >:)

Berikut hasil evaluasinya,
1. Taksi Metropolitan –> sopir taksi tak menghendaki menggunakan penggunaan argo. Sopir sudah bertindak tak jujur, artinya manajemen perusahaan payah sehingga sopir tak mau pakai argo. Harga non-argo bahkan lebih mahal daripada taksi tereksklusif di kota Bandung.

2. Taksi Primkopau –> Argo taksi sudah tak benar. Pengalaman naik pertama, langsung mendapatkan taksi yang argonya tak bener. Dari salah satu sumber sopir taksi lain ketika saya tanyakan “kok argonya taksi bisa ga bener” adalah karena segel argonya sudah dilepas. Segel ini berbentuk untaian kawat di depan argo taksi. Segel argo dilepas artinya argo sudah bisa dimodifikasi. Beberapa perusahaan menerapkan denda bagi segel argo yang dilepas baik secara sengaja maupun tak sengaja. Karena info tersebut, ketika saya menaiki sebuah taksi, saya selalu mengecek argo dalam kondisi baik atau tidak.

3. Taksi Putra  –> Awalnya saya cukup percaya dengan taksi ini, tapi kepercayaan ini runtuh ketika menaiki taksi untuk ketiga kalinya. Ditemukan argo taksi yang sudah tidak benar (segel hilang). Dan benar sesuai dugaan, argonya lebih cepat daripada biasa.

4. Taksi Gemah Ripah –> Awalnya saya langsung naik taksi saja tanpa ba-bi-bu. Tp pernah ada kejadian bahwa supir taksi tak mau menggunakan argo jadinya perlu sedikit debat di dalam mobil. Akhirnya saya selalu memutuskan untuk menanyakan terlebih dahulu. Awalnya saya ingin melaporkan ke atasan, tp karena satu dan lain hal saya tak mau melakukannya walaupun saya waktu itu ingat betul nomer kode taksinya.

5. Taksi Blue Bird –> Ugh,,,, Mahalnya….. Taksi ini lebih mahal daripada taksi yang lain. Tp soal pelayanan, tak ada yang mengalahkan blue bird. Ketika naik blue bird, AC akan selalu dinyalakan jika supir tak lupa dan tarifnya bener. Dan taksi Blue Bird bebas dari asap rokok pengemudi. Top tapi mahal.

Masih ada beberapa taksi lain yang belum saya coba. Hal ini karena jumlah unit mereka sedikit, dan khawatir supir tak mau memasang argo. Yang cukup besar aja sudah tidak jujur, apalagi yang kecil-kecil (Generalisasi abis >:) ).

Jadi, hal-hal yang disarankan ketika naik taksi adalah:
1. Sebaiknya ingat nomer unit taksi ketika mengendarai taksi untuk saat itu. Ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan, anda bisa melaporkan nya ke pihak atasan.
2. Sebaiknya juga cek argo apakah dalam kondisi benar atau tidak. Jika argo sudah tidak benar (segel terlepas), sebaiknya juga bersiap-siap untuk tarif yang lebih mahal. Artinya, perusahaan taksi tersebut teledor dan mungkin akan terjadi lagi pada taksi yang lain.

Well, sekian pengalaman dari saya. Semoga bermanfaat. Akhir kata, semoga tulisan ini dapat memperbaiki pertaksian di kota Bandung ini.


4 Responses to “Pengalaman Bertaksi di Bandung”


  1. 1 dp
    November 30, 2008 at 8:42 pm

    wah…

    topiknya sangat berat…

    ._.

    ampun kk…

  2. 2 HengQ
    December 16, 2008 at 9:38 am

    hahaha..
    bahasanya yang berat pe..

    haha


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: