06
Oct
08

Lazy Receiver Processing (LRP)

Ini merupakan salah satu teknik yang diusulkan oleh Peter Druschel dan Gaurav Banga untuk mengatasi masalah Receiver LiveLock Problem.

Artikel asli bisa dilihat di http://www.cs.rice.edu/CS/Systems/LRP/final.html. Posting-an ini hanya hasil pemahamanku saja setelah melihat artikel itu.

Yak, saya mulai saja hasil pemahamanku.

Arsitektur yang diusulkan oleh Peter Druschel dan Gaurav Banga adalah sebagai berikut:
1) IP queue diganti dengan per-socket queue yang di-shared dengan Network Interface.
2) Network Interface memisahkan paket tergantung dari socket tujuan, kemudian menaruh paket-paket tersebut secara langsung pada queue yang bersesuaian (sesuai socket)
3) Pemrosesan protokol dilakukan pada receiving process (proses yang menggunakan paket tersebut), tidak dengan software interrupt, sehingga prioritas ditentukan oleh oleh receiving process. Artinya, protocol processing tidak akan terjadi jika user process tak melakukan system call receive (karena itulah, disebut lazy receiver processing).

Kenapa hal ini bisa mengatasi receiver livelock problem?
1) Protocol processing untuk sebuah paket tidak terjadi sampai diminta oleh aplikasi (user process).  Packet processing tidak lagi meng-interrupt user process pada saat paket datang. Hal ini dapat meningkatkan performansi karena context switch dapat dihindari.
2) Network Interface memisahkan paket yang masuk berdasarkan socket tujuan. Karena protocol processing dilakukan pada aplikasi, maka dengan teknik ini akan memberikan feedback pada network interface tentang kemampuan aplikasi memproses paket yang masuk pada socket. Contoh feedback, ketika socket queue penuh, Network Interface membuang semua paket yang ditujukan pada socket tersebut sampai aplikasi telah memproses paket-paketnya.
3) Karena Network Interface memisahkan paket-paket yang masuk, paket dengan tujuan socket berbeda tidak saling mengganggu. Selain itu, dengan setiap socket memiliki queue sendiri, delay antar paket dapat dikurangi.
4) CPU time yang dipakai dalam receiver protocol processing diberikan pada aplikasi yang memproses paket. Scheduler tinggal menentukan proses yang mana yang jalan berdasarkan CPU time-nya.

Akhirnya semua paket dapat diproses, tidak terjadi livelock.

Yak kira-kira begitulah yang bisa saya gambarkan tentang lazy receiver processing. Salam. Semoga bermanfaat.


4 Responses to “Lazy Receiver Processing (LRP)”


  1. October 15, 2008 at 12:52 am

    Wooogh,.
    Mantap nih,.
    Terima kasih banyak ya, Win,.😀

  2. 2 Glen
    October 15, 2008 at 7:17 am

    WoW, udah beres dong tugas jarlan..😄 mantap kali si aswin.. ;))

  3. October 17, 2008 at 10:55 am

    wooooooghh…. makasiiii aswiiiinn…. pahlawan kelas neh! ahahhahaha…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: